Love Language VS Tong Kasih Sayang
Love Language atau bahasa cinta
biasanya dilakukan untuk mengekspresikan rasa cinta kepada orang terdekat
dengan bahasa nya masing-masing
Bahasa cinta ada lima, (1) Word affirmation, (2) Quality Time, (3) Receiving Gifts, (4) Acts of service, (5) Physical Touch. Di sini saya gak akan bahas satu persatu dari kelima bahasa cinta itu, tetapi yang ingin saya bahas adalah bagaimana sebagai manusia, pasangan, keluarga atau lainnya kita juga ingin dicintai. Ok, that's way kita saja ingin dicintai sesuai dengan bahasa cinta kita, sekarang kita memposisikan orang lain, kita juga harus mencintai dan menghargai seseorang dengan bahasa cinta mereka, tetapi bagaimana jika cerita nya, kita sudah memberikan cinta sesuai bahasa cinta mereka, which is kita totalitas di dalamnya tetapi kita tidak mendapatkan cinta sesuai bahasa cinta kita atau bahkan kita tidak mendapatkan cinta sama sekali, yah mungkin bisa dibilang bertepuk sebelah tangan, kalau iya memang cinta kita bertepuk sebelah tangan lebih baik mundur, cinta itu tentang take and give, ketika kita memberikan cinta kita sepenuhnya kepada orang yang kita cinta, sedangkan kita tidak mendaptkannya kembali apa yang terjadi dengan tong kasih sayang kita???
Tong kasih sayang kita yang terisi "cinta" dari orang sekitar kita (Bukan pasangan) seperti ayah, ibu, kakak, adik, dan teman-teman, kita berikan rasa cinta yang kita miliki kepada orang yang kita cinta (pasangan) tetapi pasangan kita tidak memberikan sebaliknya dan kita hanya menghasbiskan isi dari tong kasih sayang kita, apa yang terjadi??? Yap, tong kasih sayang kita yang awalnya penuh jadi kosong atau bahkan minus, karena kita hanya memberikan cinta kepada pasangan kita dan tidak mendapatkannya kembali, yang terjadi adalah kita merasa tidak dihargai, kita merasa di abaikan, di acuhkan atau bahasa kasarnya adalah bertepuk sebelah tangan. Jika sudah seperti ini apa yang harus dilakukan??
Kita mengisi sendiri tong kasih sayang kita. Ada kata "sendiri" which is kita melakukan hal itu sendiri tanpa bantuan dari orang lain, kita harus menemukan apa yang membuat kita merasa senang, merasa nyaman, merasa bahwa ada orang yang sangat mencintai kita, yaitu diri kita sendiri, jangan mengharapkan cinta atau apapun dari orang lain. Isi tong kasih sayang mu sendiri, buat diri mu merasa dicintai walau sendiri, lakukan hal yang membuat kamu senang tanpa melibatkan orang lain, kamu harus menemukan itu, hal itu jauh lebih baik dari pada selalu memberi cinta kepada orang lain dan mengharapkannya kembali, That's way pasti ada yang berpendapatkan bahwa hal ini egois, NO big NO, kita tetap memberikan cinta kepada orang lain tetapi tidak berlebihan dan seperti yang disebutkan di atas kita jangan mengharapkannya kembali. That's the point.
Comments
Post a Comment